FRAMEDIA – Khodam itu berasal dari bahasa arab, khodam yang
artinya pembantu dalam bahasa jawa itu prewangan atau pelayan yang sudah
ditaklukan oleh manusia dengan jimat-jimat tertentu.
Khodam yang berasal dari jin itu sama saja manusia yang
minta tolong ke bangsa jin, tidak ada manusia yang bisa menundukan bangsa jin
100% kecuali hanya Nabi Sulaeman Alaihi Wassalam.
Rasulullah juga bisa menaklukan jin akan tetapi beliau
menghormati doa yang sudah disampaikan oleh nabi Sulaeman yang di abadikan
dalam Al-Qur’an Surat Sad ayat 35.
Artinya “ya Allah Ampunilah aku dan anugrahkanlah
kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh siapapun setelahku, Engkaulah yang
maha pemberi”
Nah ketika doa ini di abadikan oleh Allah dalam
Al-Qur’an, Rosulullah SAW menghormati bahwa dalam menaklukan Jin dan
memperbudak bangsa jin itu adalah hak mukjizatnya Nabi Sulaeman.
Padahal Rasulullah juga bisa kalau mau, dan sangat bisa
tapi beliau menghormati do’a nya nabi Sulaeman.
“Ketika ifrit hendak menyulut wajah Rosulullah dengan
bara api yang menyala dicekik oleh Rosulullah sampai lidahnya terasa dingin
ditangan beliau kemudian di hempaskan,” ujar Ustadz Faizar.
Dikutip DeskJabar.com dari video yang diunggah di Kanal
Youtube Muhammad Faizar Official, yang berjudul “Khodam dan Jin Leluhur” pada
28 Mei 2022.
Ustadz Muhammad Faizar menjelaskan mengenai Khodam dalam
bukunya yang dia tulis, bahwa manusia tidak ada yang bisa 100% untuk menundukan
atau menaklukan Jin kecuali yang mu’awadho.
Mu’awadho ini artinya hubungan timbal balik atau bartter,
maksunya jika jin disuruh menghamba kepadanya, maka manusiapun harus mengganti
pengabdiannya kepada jin tersebut.
“Kengan apa ya macam-macam, tumbal itu tidak hanya dengan
nyawa manusia, bisa dengan telur ayam kampung yang paling ringan ada juga yang
menggunakan kembang telon, kopi dan ayam ingkung ayam cemani misalnya termasuk
amalan-amalan tertentu,” ucapnya.
Amalan-amalan ini semua bentuk ketaatan atau pengabdian
terhadap jin tersebut.
Dalam konsep ilmu mistik kejawen ada 4 hal utama yang
menjadi jalan Syetan menguasai jiwa, raga, harta dan keturunan manusia,
diantaranya :
1.
Pesugihan, itu hubungan terlaknat syetan dengan manusia untuk memperkaya
dirinya sendiri.
2.
Cekelan, itu seperti jimat-jimat yang dipercayai bisa menghilangkan bala,
penyakit, dan juga melindungi manusia dari musibah dan ini adalah perbuatan
syirik.
3.
Santet atau sihir, orang-orang yang mengamalkan sihir, santet, dan teluh bisa
juga menjadikan syetan yang telah bersekutu dengan mereka akhirnya mengusai dan
mengganggu anak cucu keturunan nya.
4.
Pusaka, pusaka-pusaka ini tentu diperlakukan tidak selayaknya sebagai pusaka,
terlalu dihormati, terlalu diagung-agungkan tidak selayaknya gaman kalau
pusakannya berbentuk keris.
Yang lebih menariknya lagi Ustadz Faizar menjelaskan
tentang apakah sama jin leluhur dengan khodam. “ada kalanya sama, ada kalanya
tidak, yang sama jin leluhur itu ada ? memang ada” ujarnya
Dalam surat An-nahl ayat 100 Allah SWT berfirman yang
artinya “pengaruhnya hanyalah terhadap orang yang menjadikannya pemimpin dan
terhadap orang yang menyekutukannya dengan Allah”.
Ibnu Katsir menafsirkan surat An-nahl makna ayat 100
tersebut sesungguhnya setan telah bersyerikat ikut andil, telah bersekutu pada
harta dan keturunan mereka.
Berarti jin bisa juga ikut campur dan mengganggu pada jiwa,
raga, dan harta serta keturunan manusia.
“Jadi Khodam itu tidak seperti antum liat di film apa tuh
namanya tuh desa dancer, yang bisa apa ? yang bisa melindungi tuannya dari
siluman-siluman, kalau pun bisa melindungi nanti kalo ketemu dengan jin yang
lebih besar lagi akan kalah dan efeknya, akan terasa ke orang yang diikutinya”
tutur Ustad Faizar.
Jadi dampak dari khodam itu bisa dua kali lipat ketika
serangan dari jin yang besar mengenai khodam yang ada pada dirinya.***
